Mengonfigurasi Static DNS dan DNS Cache di MikroTik

Mengonfigurasi Static DNS dan DNS Cache di MikroTik

Oleh: Luckky dwy .m 

Kelas: XI TJKT 3

Sekolah: Dwija Bhakti 1 Jombang

Gambar 1: tampilan topologi yang akan digunakan
Sumber: Luckky


1. Pengertian Static DNS di MikroTik


Menurut MikroTik Documentation Static DNS adalah fitur yang memungkinkan pengguna menetapkan alamat IP tertentu untuk nama domain secara manual pada router MikroTik.

Menurut MikroTik Wiki konfigurasi Static DNS ini penting untuk memastikan koneksi lokal tetap berjalan meskipun tidak ada akses ke DNS publik. 

Menurut NeuronVM Blog penggunaan Static DNS sangat berguna dalam jaringan tertutup atau jaringan kantor untuk menghindari konflik resolusi nama.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Static DNS di MikroTik berfungsi sebagai solusi efisien dalam pengelolaan alamat domain lokal, yang membantu administrator jaringan memastikan ketersediaan dan stabilitas sistem jaringan tanpa ketergantungan pada server DNS eksternal. Hal ini juga mempercepat proses akses ke layanan internal dan mengurangi waktu query DNS yang berulang.


2. Mengonfigurasi Static DNS di MikroTik


Menurut Go.LightNode proses pengaturan Static DNS di MikroTik dapat dilakukan dengan mudah melalui menu IP → DNS. 

Menurut MikroTik Documentation administrator dapat menambahkan nama domain dan IP secara manual untuk setiap entri DNS statis. 

Menurut MikroTik Community Forum penggunaan fitur ini juga memungkinkan pemetaan nama domain ke IP internal yang tidak tersedia di internet publik.

Langkah-langkah:

1. Buka aplikasi Winbox dan masuk ke router MikroTik.

2. Pilih menu IP → DNS.

3. Klik tab Static lalu tekan tombol Add (+).

4. Masukkan Name (domain) dan Address (IP) sesuai kebutuhan.

5. Klik OK untuk menyimpan konfigurasi.

Gambar 2: konfigurasi static DNS 
Sumber: Luckky



Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah konfigurasi Static DNS sangat sederhana namun memiliki dampak besar terhadap efisiensi sistem jaringan. Dengan menerapkan Static DNS, administrator dapat mengontrol resolusi domain secara manual dan mengoptimalkan performa jaringan internal agar tetap stabil dan cepat.


3. Pengertian DNS Cache pada MikroTik


Menurut MikroTik Documentation DNS Cache adalah fitur yang menyimpan hasil query DNS untuk mempercepat proses akses berikutnya.

Menurut NeuronVM Blog ketika suatu domain telah diakses, hasilnya akan disimpan sementara di cache agar tidak perlu melakukan query ulang ke server DNS eksternal. 

Menurut Go.LightNode mekanisme ini membantu mengurangi beban jaringan dan mempercepat waktu loading situs.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa DNS Cache berperan penting dalam efisiensi jaringan MikroTik karena mampu mempercepat koneksi internet dan menghemat bandwidth dengan memanfaatkan hasil query DNS yang telah disimpan sebelumnya. Semakin besar kapasitas cache, semakin optimal performa jaringan dalam menangani banyak permintaan DNS.


4. Fungsi dan Manfaat DNS Cache di MikroTik


Menurut MikroTik Wiki DNS Cache berfungsi untuk mempercepat resolusi nama domain dengan menyimpan hasil query sebelumnya.

Menurut MikroTik Community Forum manfaat utama DNS Cache adalah mengurangi jumlah permintaan ke server DNS eksternal. 

Menurut Go.LightNode hal ini juga meningkatkan stabilitas jaringan karena sistem tidak tergantung penuh pada koneksi luar.

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa DNS Cache tidak hanya meningkatkan kecepatan akses tetapi juga memberikan kestabilan dan efisiensi tinggi pada jaringan MikroTik. Dalam skala besar, fitur ini mampu menghemat bandwidth dan memperbaiki pengalaman pengguna saat mengakses layanan online secara berulang.


5. Mengaktifkan dan Mengelola DNS Cache di MikroTik


Menurut MikroTik Documentation untuk mengaktifkan DNS Cache dapat dilakukan dari menu IP → DNS dengan mengaktifkan opsi “Allow Remote Requests”. 

Menurut MikroTik Wiki administrator juga dapat memantau isi cache melalui terminal menggunakan perintah /ip dns cache print.

Menurut NeuronVM Blog penghapusan cache lama dapat dilakukan secara manual untuk menjaga efisiensi ruang penyimpanan.

Langkah-langkah:

1. Buka Winbox dan masuk ke router MikroTik.

2. Pergi ke IP → DNS.

3. Centang opsi Allow Remote Requests untuk mengaktifkan DNS Cache.

Gambar 3: mengaktifkan DNS cache
Sumber: Luckky



Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivasi DNS Cache di MikroTik sangat penting dalam menjaga performa jaringan agar tetap optimal. Dengan memanfaatkan fitur ini, administrator dapat mempercepat akses pengguna ke situs yang sering diakses, mengurangi beban koneksi eksternal, serta menjaga kestabilan sistem jaringan dalam jangka panjang.


Daftar Pustaka


MikroTik Documentation. 2023. DNS – RouterOS Official Documentation. Diakses dari: https://help.mikrotik.com/docs/spaces/ROS/pages/37748767/DNS Diakses pada tanggal 12 Oktober 2025 pukul 10.00 WIB.

MikroTik Wiki. 2022. Manual: IP/DNS. Diakses dari: https://wiki.mikrotik.com/Manual%3AIP/DNS
Diakses pada tanggal 12 Oktober 2025 pukul 10.05 WIB.

NeuronVM Blog. 2023. Step-by-Step Guide to Setup DNS in MikroTik 7.10. Diakses dari: https://blog.neuronvm.com/setup-dns-in-mikrotik/ Diakses pada tanggal 12 Oktober 2025 pukul 10.10 WIB.

Go.LightNode. 2023. MikroTik DNS Setup: A Simple and Quick Guide to Configuring DNS. Diakses dari: https://go.lightnode.com/tech/mikrotik-dns-server Diakses pada tanggal 12 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB.

MikroTik Community Forum. 2025. Setup DNS caching – Beginner Basics. Diakses dari: https://forum.mikrotik.com/t/setup-dns-caching/112754 Diakses pada tanggal 12 Oktober 2025 pukul 10.20 WIB.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MELAKUKAN UPGRADE ROUTEROS DAN FIRMWARE PADA PERANGKAT MIKROTIK

Model OSI dan TCP/IP

Menavigasi Antar muka WinBox dan CLI Pada Mikrotik