MELAKUKAN UPGRADE ROUTEROS DAN FIRMWARE PADA PERANGKAT MIKROTIK
MELAKUKAN UPGRADE ROUTEROS DAN FIRMWARE PADA PERANGKAT MIKROTIK
Oleh: Luckky dwy marsepdianda
Kelas: XI TJKT 3
Sekolah: SMK Dwija Bhakti 1 Jombang
Gambar 1: Topologi yang akan digunakan
Sumber: Luckky
1. Prosedur Manual Upgrade (WinBox / FTP / WebFig)
Menurut help.mikrotik.com, untuk upgrade manual, pengguna bisa mengunduh file paket RouterOS dari situs resmi MikroTik sesuai arsitektur perangkat, lalu mengunggah tersebut melalui WinBox (drag & drop), WebFig, atau FTP.
Menurut forum mikrotik.com, langkah upgrade firmware bisa dilakukan melalui tombol "Upgrade" pada menu RouterBOARD, namun perlu berhati-hati karena beberapa konfigurasi firewall mungkin harus disesuaikan pasca-upgrade.
Menurut mkcontroller.com, upgrade firmware sangat penting untuk keamanan, kinerja, dan memperoleh fitur terbaru; dilakukan dengan mengakses System → RouterBOARD lalu klik tombol Upgrade, kemudian reboot perangkat.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode manual memungkinkan kontrol lebih besar dalam proses upgrade RouterOS maupun firmware, namun memerlukan kehati-hatian serta backup konfigurasi untuk menghindari gangguan pasca-upgrade.
2. Upgrade Firmware / RouterBOOT (Bootloader)
Menurut mikrotik.com/forum, sistem operasi (RouterOS) dan firmware (RouterBOOT) bersifat independen — melakukan upgrade OS tidak otomatis memperbarui Firmware.
Menurut reddit.com, upgrading firmware bisa dilakukan secara manual dengan perintah /system routerboard upgrade, atau via GUI di menu System → RouterBOARD; opsi ini penting untuk stabilitas dan fitur boot baru.
Reddit
Menurut r/mikrotik diskusi best practice, upgrade otomatis tidak selalu mencakup firmware, sehingga disarankan untuk menjalankan skrip atau proses yang juga mengupgrade firmware, diikuti reboot kedua jika perlu.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa firmware (RouterBOOT) perlu di-upgrade secara terpisah dari RouterOS, dan praktik terbaiknya mencakup proses otomatis atau manual serta reboot tambahan untuk memastikan firmware berjalan optimal dan perangkat tetap stabil.
3. Evaluasi Risiko dan Backup Sebelum Upgrade
Menurut forum MikroTik, sebelum upgrade penting untuk melakukan konfigurasi plain-text export: /export verbose file=… sebagai backup darurat.
Menurut ISP Supplies, meski upgrade otomatis praktis, backup dan persiapan manual tetap penting untuk mencegah kehilangan data dan konfigurasi.
Menurut komunitas, risiko kegagalan bisa diminimalisir dengan setup dual-partition atau backup sistem pabrik sebagai fallback.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa persiapan backup dan mitigasi risiko sangat penting sebelum upgrade agar jika terjadi error, perangkat masih bisa pulih tanpa downtime panjang.
4. Memahami Kompatibilitas Fitur saat Upgrade ke v7
Menurut dokumentasi MikroTik, upgrade ke RouterOS v7 secara otomatis akan mengonversi konfigurasi v6, tetapi beberapa fitur seperti BGP, OSPF, MPLS mungkin butuh penyesuaian.
Menurut MikroTik, upgrade ke v7 membutuhkan RAM minimal 64 MB agar berjalan stabil—perangkat dengan spesifikasi rendah sebaiknya tetap di versi 6.
Menurut panduan MikroTik, protokol routing mungkin berubah struktur di v7, jadi administrator perlu memahami syntax dan configuration model baru.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa saat upgrade ke RouterOS v7, penting untuk mengevaluasi kecocokan hardware dan konfigurasi routing; penyesuaian konfigurasi mungkin diperlukan agar fitur berjalan optimal di versi baru.
5. Manfaat Upgrade: Keamanan, Performa, dan Fitur Baru
Menurut ISP Supplies, selalu direkomendasikan untuk menjaga RouterOS tetap terbaru karena setiap update menambahkan fitur baru dan meningkatkan stabilitas serta keamanan.
Menurut MKController, update firmware dan RouterOS memperbaiki bug, memperpanjang masa pakai perangkat, serta membuka fitur eksklusif dan interface yang lebih intuitif.
Menurut MKController, prosedur backup, pilih channel stabil, dan verifikasi pasca-upgrade adalah langkah penting untuk memastikan upgrade berjalan aman dan manfaatnya maksimal.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa upgrade membawa banyak manfaat nyata mulai dari keamanan, peningkatan performa, hingga akses fitur terbaru selama dilakukan dengan metode yang aman dan terencana.
6. Cara Update, Upgrade RouterOS dan Firmware MikroTik
Catatan Sebelum Upgrade
A. Backup konfiguras
- Jalankan perintah di terminal:
/export file=config-backup
/system backup save name=full-backup
File hasil backup bisa dilihat di menu Files
- Simpan juga backup ke komputer agar aman.
B. Cek kompatibilitas perangkat
- Tidak semua perangkat lama mendukung RouterOS v7.
- Periksa di situs resmi MikroTik (https://mikrotik.com/download) apakah perangkatmu support v7.
C. Pastikan cukup resource (CPU/RAM/Storage)
- RouterOS v7 lebih berat dibanding v6.
- Router lama dengan RAM kecil (<64 MB) kemungkinan tidak bisa jalan lancar.
Langkah-Langkah Update RouterOS dari v6.49.11 ke v6.49.19
1. Backup Konfigurasi
Sebelum melakukan update, simpan konfigurasi agar aman jika terjadi error:
- Masuk ke Terminal dan jalankan:
/export file=config-backup
/system backup save name=full-backup
- Cek hasil backup di menu Files.
- Unduh file backup ke komputer lokal agar tidak hilang.
2. Cek Kompatibilitas dan Resource
Pastikan perangkat Anda mendukung update ke v6.49.19 (router lama dengan RAM kecil
- Cek resource:
/system resource print
3. Masuk ke Menu Update
- Buka WinBox atau WebFig.
- Masuk ke System → Packages → Check for Updates.
- Pilih Channel = long-term.
- Tekan tombol Check for Updates.
4. Download & Install Update
- Jika muncul versi terbaru (v6.49.19), klik
Download & Install.
- Router akan otomatis mengunduh paket update.
- Setelah selesai, perangkat akan reboot.
5. Verifikasi Versi RouterOS
Setelah reboot, masuk kembali ke router.
- Cek versi dengan:
/system package print
- Pastikan sudah berubah menjadi 6.49.19.
6. Update Firmware RouterBOARD
RouterOS dan firmware RouterBOARD (bootloader) berbeda, jadi lakukan juga update firmware:
/system routerboard print
/system routerboard upgrade
/system reboot
- Setelah reboot, cek lagi dengan:
/system routerboard print
- Pastikan firmware sudah sesuai.
7. Tes Konfigurasi & Stabilitas
Pastikan semua konfigurasi masih berjalan normal (firewall, NAT, routing, VPN, dll).
Jika ada fitur bermasalah, periksa log:
/log print
Gambar ilustrasi sebelum - sesudah Update:
- Before
- After
Gambar 3: tampilan v6.49.19
Langkah-langkah Upgrade RouterOS v6 ke v7
1. Download Paket RouterOS v7
- Masuk ke WinBox/WebFig → System → Packages → Check for Updates.
- Pilih channel = stable lalu klik Download & Install.
- Atau bisa download manual dari [MikroTik Download](https://mikrotik.com/download).
2. Upload ke Router (Jika Manual)
- Jika download manual, pilih file `.npk` sesuai model arsitektur CPU router (ARM, MIPSBE, dll).
- Upload file ke router via WinBox (menu Files) atau drag & drop.
3. Reboot Router
- Setelah file ter-upload, reboot router:
/system reboot
4. Verifikasi Versi RouterOS
- Cek apakah sudah berhasil ke v7:
/system resource print
atau
/system package print
Pastikan versi sudah 7.
5. Update Firmware RouterBoard
Setelah RouterOS update, update juga firmware:
/system routerboard upgrade
/system reboot
Cek versi firmware:
/system routerboard print
Troubleshooting
Jika router tidak boot setelah upgrade:
- Coba akses via NetInstall (butuh PC + kabel LAN).
- Jika ada fitur tidak jalan (misalnya BGP lama, firewall rule, dll)
Karena ada perubahan syntax di v7, pastikan cek kembali konfigurasi.
Gambar ilustrasi sebelum - sesudah Upgrade:
- Before (v6.49.19)
Gambar 4: tampilan v6
- After (v7.19.4)
Gambar 5: tampilan v7
7. Upgrade RouterBOOT Firmware melalui CLI
1. Mengecek Versi RouterBOARD
Sebelum melakukan upgrade, perlu mengetahui versi RouterBOOT (firmware) yang sedang digunakan perintah:
- /system routerboard print
Menurut MikroTik Documentation, pengecekan versi RouterBOARD perlu dilakukan terlebih dahulu agar administrator mengetahui perbedaan antara versi firmware saat ini dan versi terbaru yang tersedia.
2. Melakukan Upgrade RouterBOOT Firmware
Jika terdapat versi firmware terbaru yang belum digunakan, lakukan upgrade dengan perintah:
- /system routerboard upgrade
Menurut ISP Supplies, proses upgrade firmware RouterBOOT menyalin versi terbaru dari RouterOS ke hardware RouterBOARD, yang dapat meningkatkan stabilitas perangkat dan menutup celah keamanan.
3. Melakukan Reboot Router
Agar firmware yang sudah di-upgrade aktif, router harus direstart dengan perintah:
- /system reboot
Menurut MikroTik Forum, reboot sangat penting karena firmware baru tidak akan aktif sampai perangkat melakukan restart penuh.
4. Verifikasi Upgrade Firmware
Setelah router menyala kembali, cek ulang versi firmware untuk memastikan upgrade berhasil:
- /system routerboard print
Menurut MikroTik Help Center, verifikasi setelah reboot diperlukan untuk memastikan bahwa firmware baru sudah terpasang dengan benar dan tidak terjadi error selama proses upgrade.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa upgrade RouterBOOT firmware melalui CLI adalah proses yang sangat penting untuk menjaga kinerja dan keamanan perangkat Mikrotik. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pengecekan versi firmware, menjalankan perintah upgrade, melakukan reboot, hingga verifikasi akhir setelah perangkat menyala kembali. Dengan mengikuti prosedur ini, administrator jaringan dapat memastikan RouterBOARD selalu menggunakan firmware terbaru sehingga lebih stabil, aman, dan kompatibel dengan pembaruan RouterOS terbaru.
8. Apakah Boleh Downgrade RouterOS Jika Diperlukan?
1. Kemungkinan Downgrade RouterOS
RouterOS memang memungkinkan proses downgrade apabila administrator merasa versi terbaru tidak sesuai kebutuhan. Proses ini biasanya dilakukan dengan menginstal paket RouterOS versi lebih lama ke perangkat dan kemudian melakukan reboot.
Menurut MikroTik Documentation, downgrade dapat dilakukan dengan cara mengunggah file paket versi sebelumnya ke router lalu merestart perangkat, sehingga sistem otomatis kembali ke versi lama.
2. Alasan Dilakukannya Downgrade
Downgrade biasanya diperlukan jika setelah upgrade ke versi terbaru, administrator menemukan bug, fitur yang tidak kompatibel, atau ada perubahan besar dalam konfigurasi yang mengganggu operasional jaringan.
Menurut ISP Supplies, meskipun upgrade dianjurkan, terkadang pengguna lebih memilih downgrade apabila versi terbaru menyebabkan masalah pada fungsi inti router.
3. Risiko dari Downgrade
Meskipun bisa dilakukan, downgrade memiliki risiko tertentu, terutama jika konfigurasi yang digunakan hanya kompatibel dengan versi baru. Ada kemungkinan beberapa fitur tidak tersedia atau konfigurasi error setelah kembali ke versi lama.
Menurut MikroTik Forum, downgrade dapat menimbulkan inkonsistensi pada paket atau fitur, sehingga sebelum melakukannya sangat dianjurkan membuat backup konfigurasi lengkap.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa downgrade RouterOS dapat dilakukan jika memang diperlukan, terutama ketika versi terbaru menimbulkan masalah. Namun, proses ini tidak bebas risiko karena bisa memengaruhi stabilitas dan kompatibilitas konfigurasi. Oleh karena itu, downgrade sebaiknya hanya dilakukan sebagai opsi terakhir, dengan tetap memastikan sudah ada backup konfigurasi agar perangkat dapat dipulihkan dengan aman.
Daftar pustaka
help.mikrotik.com. 2001. MikroTik Documentation – Manual Upgrade (WinBox/FTP/WebFig).diakses dari: https://help.mikrotik.com/ Diakses pada 9 September 2025 pukul 13.45 WIB.
forum.mikrotik.com. 2003. MikroTik Forum – Firmware Upgrade Discussion.diakses dari: https://forum.mikrotik.com/ Diakses pada 9 September 2025 pukul 13.47 WIB.
mkcontroller.com. 2014. MKController – RouterOS & Firmware Upgrade Guidance.diakses dari: https://mkcontroller.com Diakses pada 9 September 2025 pukul 13.49 WIB.
mikrotik.com. 1996. MikroTik Official Website – RouterOS and RouterBOOT.diakses dari: https://mikrotik.com/ Diakses pada 9 September 2025 pukul 13.51 WIB.
reddit.com (r/mikrotik). 2005. Reddit – MikroTik Community Best Practice Upgrade Discussion. Diakses dari: https://www.reddit.com/r/mikrotik/ Diakses pada 9 September 2025 pukul 13.54 WIB.
ispsupplies.com. 2000. ISP Supplies – Importance of RouterOS Updates. Diakses dari: https://www.ispsupplies.com/ Diakses pada tanggal 9 September 2025 pukul 13.56 WIB.





Komentar
Posting Komentar